Sejarah ABS

Didirikannya lembaga pendidikan formal di lingkungan Yayasan Al Mubarokah, termasuk SMP dan SMA Plus Assyifa yang kemudian dikenal dengan Assyifa Boarding School merupakan cita-cita mulia pendiri yayasan sekaligus pondok pesantren Al Mubarokah. Hal ini juga merupakan respon positif terhadap tingginya harapan masyarakat tentang perlunya lembaga pendidikan formal yang islami dan berkualitas guna menjamin mutu pendidikan agama dan akademik secara integral untuk melengkapi pendidikan non formal dalam hal ini pesantren Al Mubarokah yang memang sudah ada lebih dahulu sebelum Assyifa Boarding School berdiri. Untuk menjaga kualitas pendidikan agama dan akademik, Assyifa Boarding School melaksanakan program pembelajaran dengan berpedoman kepada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pelaksanaan kurikulum berdasarkan Pancasila serta berakidah Islam, bersumber dari Al Quran dan sunnah.

Assyifa Boarding School berdomisili di kampung Situpari Desa Cibeber Kecamatan Cikalong dengan batas-batas sebelah utara Pondok Pesantren Al Mubarokah, sebelah selatan rumah warga, sebelah barat kebun warga dan sebelah timur kebun warga. Lanskap umumnya berupa perbukitan landai bergelombang yang turun ke dataran rendah pesisir, dengan permukiman kampung-kampung pertanian di lembah-lembah kecil. Lingkungan sekitar sekolah didominasi lahan pertanian/perkebunan rakyat serta permukiman kampung. 

Secara geografis Assyifa Boarding School berada pada titik koordinat -7.7 Lintang 108.1 Bujur. Ketinggian Desa Cibeber sekitar 218 meter di atas permukaan laut (mdpl). Iklim tropis basah; suhu harian umumnya sekitar 24–30 °C dengan kelembaban tinggi. Prakiraan BMKG untuk wilayah Tasikmalaya (termasuk Cikalong) sering menunjukkan berawan hingga hujan ringan, mencerminkan curah hujan yang relatif tinggi sepanjang tahun.

Assyifa Boarding School juga berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Mubarokah, Situpari, sehingga kultur agamis sangat kuat. Ditambah dengan sekolah yang menerapkan kebijakan bahwa seluruh murid Assyifa (SMP-SMA) harus mondok dan nyantri di Pesantren Al Mubarokah. Hal tersebut memberikan keunggulan tersendiri bagi seluruh murid dan lulusan SMP Plus Assyifa diantaranya meraka bukan hanya cerdas akan pengetahuan umum, tapi juga unggul dalam pengetahuan agama.